0Item(s)
0 0

Masih Ada Hari Ini

Product Code EZ2048
Product Name: Masih Ada Hari Ini
Category: ZZP Nurul Jannah
Star Rating: Not Available
Printable: NO
Original Price: RM 40.00
After Discount: RM 20.00
QR Code
  ECopy (PDF) via Email

Masih Ada Hari Ini

Tujuh Hari Belajar Mensyukuri Hidup Kumpulan Jurnal Syukur Bagaimana jika ternyata kita tidak kekurangan kebahagiaan, kita hanya terlalu sibuk hingga lupa melihatnya? Setiap pagi, kita bangun dan segera berlari. Mengejar pekerjaan. Memikirkan target. Mengkhawatirkan masa depan. Membandingkan hidup dengan orang lain. Memikirkan apa yang belum dimiliki. Sampai suatu hari kita lupa bertanya: “Apa yang masih Allah titipkan kepadaku hari ini?” Pertanyaan sederhana itulah yang menjadi denyut MASIH ADA HARI INI. Selama tujuh hari, pembaca diajak memperlambat langkah dan melihat kembali kehidupan dari jarak yang lebih dekat: mensyukuri orang-orang yang masih ada sebelum semuanya berubah; memandang pekerjaan sebagai amanah; menyadari mahalnya kesehatan; mendengarkan bahasa cinta semesta; memahami makna perjumpaan; terus belajar sampai akhir hayat; dan akhirnya kembali kepada diri sendiri dengan hati yang lebih lapang. Buku ini mengingatkan bahwa kita sering baru mengetahui harga sebuah nikmat setelah ia pergi. Padahal kekayaan hidup dapat hadir dalam tawa yang masih terdengar, tangan yang masih dapat digenggam, tubuh yang masih mampu bersujud, dan hati yang masih mampu bersyukur. Ini bukan buku tentang hidup yang sempurna. Ini tentang menemukan Allah SWT di tengah kehidupan yang tidak selalu berjalan seperti keinginan kita. Tentang bersyukur ketika doa belum terjawab. Tentang tetap melihat cahaya ketika sebagian pintu tertutup. Tentang mencintai bumi sebagai amanah. Tentang menghargai manusia yang Allah pertemukan dalam perjalanan. Dan tentang memaafkan diri sendiri karena pernah salah, pernah gagal, pernah terluka, tetapi masih bersedia belajar lagi. Sebab selama Allah masih memberi kita hari ini, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, menanam kebaikan, memohon ampun, dan berjalan pulang kepada-Nya. Tujuh hari. Tujuh perenungan. Tujuh perjalanan kecil untuk menemukan kembali satu kata yang mungkin terlalu sering diucapkan, tetapi belum selalu benar-benar dirasakan: Alhamdulillah. Karena mungkin nikmat terbesar hari ini bukanlah apa yang baru Allah berikan. Melainkan apa yang belum Allah ambil dari kehidupan kita😍. Jakarta, 22 Agustus 202


Currently No Review